Kenali Perbedaan Oli dan Minyak Gemuk Agar Tidak Salah Pakai

Secara umum, pelumas memiliki fungsi untuk melindungi permukaan komponen dari gesekan agar kinerjanya maksimal dan dapat memperpanjang komponen tersebut. Saat ini, ada dua jenis pelumas yang digunakan untuk melumasi komponen. Yaitu oli dan SKF Grease atau yang biasa disebut minyak gemuk. Meskipun memiliki fungsi yang sama, ternyata kedua jenis pelumas tersebut memiliki beragam perbedaan. Di antaranya:

  1. Bahan dan Campuran

Secara umum, oli dan SKF Grease memiliki bahan dasar yang sama, yaitu minyak dasar (terbuat dari minyak bumi) atau base oil dan aditif (Meliputi Zinc, Kalsium, Barium, Boron, Fosfor, Timbal, Molybdenum, Silicon, dan Magnesium)

Akan tetapi, SKF Grease memiliki campuran tambahan berupa pengental. Pengental yang biasa digunakan adalah sabun metalik yang terbuat dari lithium, alumunium, tanah liat, urea, sodium dan kalsium. Inilah alasan mengapa semua minyak gemuk berwujud sangat kental.

  1. Wujud Pelumas

Seperti yang telah kami singgung sebelumnya, oli tidak memiliki kandungan pengental, yang membuatnya berwujud cair atau encer. Berbeda dengan SKF Grease. Pelumas yang satu ini berwujud sangat kental (beberapa menyebut “setengah padat”) karena adanya tambahan pengental di dalamnya.

  1. Fungsi atau Penggunaan

Secara umum, kedua pelumas ini berfungsi melumasi komponen agar kinerjanya tetap baik. Meskipun demikian, ternyata oli dan SKF Grease memiliki penggunaan yang berbeda.

Misal dalam sepeda motor, oli lebih sering digunakan pada rantai, tuas gigi, kabel kopling, standar dan lain sebagainya. Bagian-bagian tersebut merupakan bagian yang terletak di bagian luar sepeda motor. Karena sifatnya yang tidak mudah mengering dan sulit ditempeli kotoran, maka penggunaannya biasa pada komponen luar.

Berbeda dengan SKF Grease, pelumas ini memiliki sifat yang berkebalikan dengan oli, yaitu lebih mudah kering dan mudah terkena kotoran. Sehingga, penggunaannya lebih ditujukan pada komponen dalam. Seperti halnya bearing, as roda, kabel dan tuas gas, pedal rem, dan lain sebagainya. Selain itu, sifat kental pada SKF Grease membuatnya lebih awet ketika digunakan pada bearing ketimbang oli.

  1. Alat Pelumasan

Meskipun sama-sama pelumas, nyatanya alat pelumasannya pun berbeda. Oli menggunakan oil gun, sedangkan SKF Grease menggunakan grease gun. Perbedaannya, grease gun memiliki pompa yang berfungsi untuk membantu menyemprotkan SKF Grease yang sangat kental.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan oli dan SKF Grease. Kedua pelumas tersebut memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Ada bagian yang harus diberi oli, ada pula bagian yang harus diberi minyak gemuk. Oleh karena itu, jangan sampai salah menggunakan agar komponen tidak mudah rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *