Mengenal Lembaga Penjamin Simpanan Secara Lebih Dekat

Bagi kalian yang mengikuti perkembangan dunia keuangan di Indonesia pasti mengetahui bahwa terjadi perubahan pada suku bunga LPS terbaru. Di mana suku bunga bank umum yang awalnya 4,25% turun menjadi 4%. Hal ini juga akan mempengaruhi bagaimana bank nantinya menetapkan besarnya bunga untuk nasabah yang melakukan pinjaman.

Kira-kira menurut kalian mengapa penetapan LPS ini bisa sampai dipatuhi oleh bank-bank yang beroperasi di Indonesia? Oleh karenanya inilah serba-serbi mengenai LPS yang perlu kalian ketahui :

  1.  Latar belakang pendirian

Tahun 1998 adalah masa yang kelam bagi Indonesia pada berbagai sektor khususnya sektor ekonomi. Terjadi krisis moneter yang cukup parah dan membuat banyak bank harus mengalami kebangkrutan. Kejadian ini sempat membuat rasa percaya terhadap bank itu sendiri jadi menurun. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah mengeluarkan peraturan berupa :

  1.  Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1998 yang mengatur jaminan mengenai kewajiban pembayaran bank umum.
  2. Keputusan Presiden Nomor 193 Tahun 1998 yang memberikan jaminan pada kewajiban pembayaran Bank Perkreditan Rakyat.

Kebijakan ini berhasil kembali memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan namun karena skala cakupannya sangat luas dan belum ada aturan tertulis lebih detailnya. Dengan demikian riskan menimbulkan moral hazard bagi pihak perbankan maupun masyarakat. Oleh karena itulah setelah digodok cukup lama akhirnya pada tanggal 22 September 2004, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan mendapat pengesahan. 

Mengacu pada undang-undang tersebut, pendirian LPS bertujuan untuk menjadi lembaga independen yang :

  1. menjamin keamanan simpanan nasabah penyimpan 
  2. memelihara sistem perbankan yang stabil sesuai dengan kewenangan yang diberikan 

Meskipun sudah diresmikan sejak 2004 namun undang-undang tersebut mulai efektif sejak tanggal 22 September 2005 dan LPS resmi beroperasi.

  1. Detail tugas dan wewenang  LPS
  2. Tugas :
  • Merumuskan dan membuat berbagai kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan. Salah satunya adalah dalam penetapan suku bunga LPS terbaru.
  • Merumuskan masalah dan memberikan bantuan  kepada bank yang menemui kendala-kendala tertentu mulai dari ringan sampai yang mengakibatkan kegagalan berat. 
  1. Wewenang :
  • Memberikan ketetapan soal pemungutan premi penjaminan kepada bank yang ada dalam naungannya.
  • Memungut biaya kepada bank yang pertama kali menjadi anggota.
  • Mengelola kekayaan dan kewajiban yang ada pada LPSe bertanggung jawab mungkin.
  • Memperoleh data-data berupa  : simpanan nasabah,  laporan keuangan  hasil pemeriksaan bank.
  • Dari data-data tersebut, LPS berhak memverifikasi, dan/atau konfirmasi atas data-data yang telah diperoleh tersebut.
  • Memberikan kuasa kepada pihak lain untuk melaksanakan tugas tertentu yang berhubungan dengan kepentingan LPS.
  • Memberikan penyuluhan kepada bank dan masyarakat tentang pentingnya fungsi LPS sebagai penjaminan simpanan.
  • Memberikan sanksi administratif kepada bank di bawah naungannya yang tidak mematuhi ketetapan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *