Pembangunan Lahan & Pelabuhan; Apa Korelasinya

Sejauh ini jalur transportasi bisa melalui darat, udara, dan laut. Baik itu penyebrangan pulau, hingga lintas negara. Itu sebabnya, sarana-sarana transportasi perlu tempat untuk berpusat, untuk memudahkan lalu lintas jarak tempuh mereka. Salah satunya, yang mungkin belum terlalu sering disorot, yaitu pelabuhan. 

Sebenarnya, apa sih pelabuhan itu? Dilansir dari beberapa sumber di internet, pelabuhan merupakan suatu tempat di ujung lautan, danau, atau sungai, yang memiliki kapasitas sebagai tempat kapal-kapal bersandar dan sebagai tempat pemindahan barang-barang ke dalam kapal yang mayoritas berbentuk kargo maupun penumpang yang hendak berlayar. 

Di seluruh Indonesia sendiri, sudah ada kurang lebih 82 pelabuhan yang tersebar dari Pulau Sabang sampai Merauke. Hal ini dikarenakan Indonesia sendiri adalah negara kepulauan, dan jalur laut dinilai cukup efektif sebagai jalur transportasi yang menghubungkan antara pulau satu dengan pulau yang lainnya.

Untuk operasionalnya, ternyata pelabuhan tak kalah ramai dari bandara maupun terminal, loh! Sejauh ini, penumpang setia kapal sebagai sarana transportasi mudik antar pulau pun masih tetap banyak dan bertambah. Selain karena harganya yang lebih terjangkau dari transportasi udara, armada laut terkenal memilih prosedur yang lebih sederhana dan relatif mudah untuk membantu ekspedisi-ekspedisi dalam proses pengiriman barang, seperti impor maupun ekspor. 

Untuk Apa Pengukuran Lahan di Pelabuhan?

Dari kesibukkan operasional inilah, mengharuskan adanya pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan ini yang diperbaharui dalam periode waktu tertentu. Pengukuran lahan ini berguna untuk mengungkap keadaan pelabuhan itu sendiri, mulai dari luas hingga kedalaman laut, yang berpengaruh pada kapasitas pelabuhan itu sendiri. 

Kita semua tahu bahwasanya kondisi hidrografis bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Misalnya saja, tanah yang menurun setiap waktunya, terutama untuk teluk sendiri yang biasa dijadikan pelabuhan. Tapi, pengukuran itu sendiri tidak terbatas pada perairan saja. 

Mari kita beralih ke bagian daratnya. Mengapa pengukuran lahan diperlukan? Salah satu alasan yang paling relevan yang bisa penulis berikan tentunya, karena semakin meningkatnya pengunjung, penumpang kapal, dan sibuknya sektor operasional kapal. Dari situ dibutuhkan pengukuran lahan agar pihak pelabuhan bisa menyesuaikan batasan-batasan, terutama perihal parkir kendaraan darat

Kesimpulan Artikel

Intinya, pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan itu merupakan hal yang cukup esensial dilakukan. Tidak hanya di pelabuhan saja, pengukuran lahan harus dilakukan di semua proyek pembangunan infrastruktur. Hal tersebut yang kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan-pertimbangan; seperti tingkat kestrategisannya, antisipasi bencana alam maupun kerusakan bangunan, dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar, dan tentunya rancangan model dan ukuran dari bangunan itu sendiri.

Demikianlah informasi yang bisa penulis berikan mengenai pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan. Besar harapan penulis, artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca semua. Jangan lupa memberikan ulasan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *